Review

The Sandro Rayhansyah Review : Gribs – Gondrong Kribo Bersaudara

Sumber : Facebook.com

Artist : Gribs
Album : Gondrong Kribo Bersaudara
Year : 2009
Score : 7,5 of 10

musik rock 80’an versi 00’an

Ternyata di tahun 2009, masih ada sekelompok anak muda yang berani tampil dengan rambut gondrong kribo bak Motley Crue ataupun Guns N Roses, beratribut celana kulit ketat, lengkap dengan jaket hitam ataupun sampai yang bermotif macan tutul sekalipun. Dipersatukan atas tali persaudaraan, kecintaan yang sejati terhadap musik rock, dan fashion glam rock/hair metal 80’an, Gribs (Gondrong Kribo Bersaudara) rela menjual diri mereka atas nama rock. Dan mereka pun menyebutnya sebagai R.O.C.K yang benar-benar R.O.C.K.

Seurius mungkin bisa disebut sebagai pionir hair metal Indonesia generasi modern. Mereka memang lebih dulu untuk urusan rambut gondrong kribo (walau memakai wig), jeans bermotif macan tutul hingga ular kobra, dan mempermalukan musik jazz atas nama musik metal. Namun sayangnya mereka terlalu banyak melucu. Beruntung Gribs datang bagai penyelamat hair metal Indonesia dalam terminologi yang lebih serius, dan yang bukan sebagai objek lucu-lucuan. Dalam interview mereka dengan Rolling Stone Indonesia, mereka berani bersuara “Sudah cukup musik rock dipermalukan/musik rock sakral bagi kami”.

Keseluruhan nomor-nomor di debut mereka ini adalah sensasi kejayaan musik hard rock 80’an. Ketika fondasi hard rock Van Halen terpengaruh panjangnya rambut dan keglamoran hair metal ala Motley Crue hingga Bon Jovi, namun dengan nuansa Indonesia layaknya God Bless di era Semut Hitam minus Yockie Suryoprayogo, dengan sedikit aksen metal agresif layaknya Roxx di Black Album. Ada “Rocker” yang menjadi jelmaan “Rock Bergema” versi abad terkini, “Ketika” yang berformula ballad yang menyaingi keagungan ballada metal ala Loudness ataupun X-Japan, dan ada juga anthem penyembahan rock sebagai suatu kepercayaan pada “Rock Bersatu” yang mengingatkan pada power metal 80’an ala Iron Maiden. Sisanya? nomor-nomor rock di album debut ini masih mengingatkan kita pada zaman peradaban rock yang liar (dengan rambut yang liar juga tentunya). Benar-benar suatu persembahan rock yang murni tanpa basa basi.

Mereka mempunyai vokalis yang hebat. Rezanov bersuara tinggi melengking bak Axl Rose muda di jaman Appetite of Destruction yang terasuki roh Robert Plant dengan penjiwaan yang surgawi. Tidak seperti Seurius, kadang saya merasa geli ketika mendengar Candil Seurius mengumbar-umbar teriakan dia yang memang tinggi beroktav-oktav. Namun, Gribs mempunyai seorang Rezanov yang tidak bernyanyi seperti Candil, dia bernyanyi dengan jujur. Teriakan dia di sepanjang lagu bukanlah teriakan yang disengaja untuk dijadikan objek pamer. Ada ‘passion’ yang benar akan lirik yang dia nyanyikan yang bersifat komplemen dengan musik yang Gribs bawakan. Sehingga tak sulit bagi saya untuk menerima lirik-lirik seperti “Rocker”, “Ketika”, hingga “Sangat Peramal” yang seharusnya terlihat relatif tipikal dan membuat geli (terkadang) ketika anda membaca lirik-lirik itu di booklet cd mereka.

Walau Gribs berusaha melangkahkan kaki mundur dua dekade kebelakang, album ini tetap terdengar sangat menyegarkan. Kadar rock yang total dengan skill bawaan yang sangat mumpuni pada konteks musikal masing-masing personil jelas adalah hal yang tak dapat disanggah. Sebuah album debut yang menyenangkan dari band rock dengan seribu potensi. Atas nama rock, milikilah segera album ini.

Sandro Verdiantoro Rayhansyah
Freelance Rock Journalist
Student in University of Indonesia’s Faculty of Economics
thesandrorayhansyah.blogspot.com

GRIBS @ Rolling Stone Indonesia

Vokalis Rezanov, gitaris Dion Arnaldo, bassis Arief Tri Satya, dan drummer Rashta adalah empat anak muda dengan gairah yang begitu besar pada musik rock dan menyatukan diri mereka di bawah nama GRIBS, yang merupakan akronim dari “Gondrong Kribo Bersaudaraā€¯pilihan gaya rambut mereka jadi alasannya.

Album perdana mereka yang berjudul Gondrong Kribo Bersaudara sudah dirilis ke pasaran. Itu adalah modal mereka untuk masuk ke dalam industri musik, dalam rangka ingin dikenal sebagai musisi rock dan menyelamatkan musik rock di Indonesia. Harapan mereka tak tanggung-tanggung: ingin jadi legenda musik rock.

Selengkapnya di : http://www.rollingstone.co.id/read/2009/10/05/280/1/1/Kami-Ingin-Membuat-R.O.C.K.-yang-benar-benar-R.O.C.K

Lebih lanjut :

[ Review Album GRIBS ]
[ GRIBS @ Hard Rock cafe ]